Skip to content

Gubug IT

IT and Design News Update

Windows Explorer, salah satu komponen terpenting dari operating system Microsoft dikarantina oleh Kaspersky di awal minggu ini, karena mereka salah mengidentifikasikan komponen ini sebagai kode yang berbahaya.

Para pemakai produk Kaspersky mulai menyadari masalah ini, walaupun Kaspersky mengatakan bahwa masalah ini hanya berlangsung selama dua jam.

Sistem perusahaan sekuriti ini menetapkan bahwa sebuah vrus bernama Huhk-C berada di explorer.exe sehingga file ini dikarantina dan di beberapa kasus, bahkan dihapus. Karena Windows Explorer adalah graphical userinterface (GUI) untuk Windows, hal ini sangat menyulitkan pekerjaan yang paling mudah sekalipun seperti mencari file di komputer.

David Emm, seorang konsultan teknologi senior di Kaspersky mengatakan kepada ZDNet UK bahwa perusahaan tersebut masih menelusuri daftar pengecekannya untuk mencari tahu mengapa kesalahan ini dapat terjadi.

Emm mengatakan bahwa “hal ini adalah teritori false alarm yang klasik. Kami akan mengecek sistem kami dan melihat apa yang dapat dilakukan agar hal ini tidak terjadi lagi di masa depan. Tidak ada perusahaan antivirus, termasuk kita sendiri yang berhak mengatakan bahwa mereka tidak pernah menghasilkan false alarm, akan tetapi, kami melakukan semua hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko tersebut untuk pelanggan kami.”

Emm juga mengatakan bahwa Kaspersky menambahkan sekitar 3000 masukan baru ke database mereka, mendemonstrasikan “skala dari masalah tersebut dalam segi prosedur pengetesan.” Menurut Emm, “signature bermasalah” tersebut keluar sekitar jam 19:00 di hari Rabu, yang dua jam kemudian ditarik kembali dalam upaya menghentikan kerusakan yang terjadi saat Kaspersky menganalisa signature tersebut.

Di bulan Maret tahun ini, Kaspersky mengkritik produk antivirus Microsoft OnceCare karena melakukan kesalahan dalam mengkarantina, dan dalam beberapa kasus, menghapus file Microsoft Outlook.

Klik di sini dan disini untuk sumber artikel.

%d blogger menyukai ini: